Home > Ragam Berita > Internasional > Otoritas Keamanan India Ciduk 2.500 Pengikut Ram Rahim Singh

Otoritas Keamanan India Ciduk 2.500 Pengikut Ram Rahim Singh

Sirsa – Ribuan pengikut guru spiritual kontroversial India, Ram Rahim Singh yang berkumpul di markas sekte Dera Sacha Sauda di Kota Sirsa, Negara Bagian Haryana setelah sempat terlibat ketegangan dan berhadapan dengan tentara. Meski telah banyak yang pergi, puluhan ribu pengikut lainnya dilaporkan masih bertahan di markas seluas 40 hektar itu.

Otoritas Keamanan India Ciduk 2.500 Pengikut Ram Rahim Singh

Setidaknya 36 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam kerusuhan yang terjadi pada Jumat (25/8/2017) setelah hakim memutuskan Gurmeet Ram Rahim Singh bersalah atas tuduhan pemerkosaan terhadap dua pengikutnya. Para pengikut Singh yang yakin guru mereka tak bersalah, mengamuk dan menyerang stasiun kereta api, pompa bensin serta mobil televisi di Punjab dan Haryana.

Sebagaimana diberitakan BBC pada Minggu (27/8/2017), polisi telah menahan 2.500 pengikut Singh menyusul kerusuhan tersebut. Pasukan keamanan dikerahkan untuk mencegah kerusuhan yang lebih parah. Pihak berwenang mewaspadai potensi munculnya kerusuhan yang lebih besar pada pembacaan hukuman yang akan digelar pada Senin (28/8/2017).

Markas Sekte Dera Sacha Sauda di Sirsa adalah sebuah kota besar yang memiliki sekolah, rumah sakit dan bioskop. Ratusan tentara dan polisi anti huru hara telah memblokir jalan-jalan menuju ke lokasi tersebut pada Sabtu, dan mendesak orang-orang di dalam untuk pergi dengan damai.

Selain itu, para pengikut mulai meninggalkan markas dengan menggunakan taksi dan truk. Beberapa orang mengatakan, mereka pergi ke Kota Rohtak, yang menjadi lokasi penahanan Singh, sementara sebagian lainnya pulang ke rumah. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Kim Jong-un Layangkan Surat kepada Donald Trump Perihal Kedua Negara

Kim Jong-un Layangkan Surat kepada Donald Trump Perihal Kedua Negara

Pyongyang – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengirim surat untuk Presiden Amerika Serikat (AS) ...