Jakarta – Kini giliran Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang ikut berkomentar perihal pembacaan puisi oleh Neno Warisman saat Munajat 212 beberapa hari lalu. Dirinya menilai bahwa berdoa dengan mengancam Tuhan adalah hal yang tidak benar.

Luhut Sayangkan Isi Puisi Neno Warisman Yang Seakan Mengancam Tuhan

“Jangan berdoa mengancam Tuhan. Saya pikir nggak benarlah, kok Tuhan diancam,” ujar Luhut di Hotel Alila kemarin.

“Saya itu pernah bicara sama Pak Gus Dur. ‘Pak Luhut, Tuhan itu tak perlu dilindungi, Pak, yang perlu dilindungi itu adalah kita.’ Itu Gus Dur yang ngomong, saya sahabat sama beliau,” tutur Luhut sambil mengulang pernyataan Gus Dur.

“Biasa-biasa aja kan berdoa. Kalau berdoa boleh, ndak ada yang salah kalau berdoa. Asal jangan memaksa Tuhan,” ujar Luhut.

Meski demikian, Luhut enggan berkomentar lebih jauh terkait apakah acara Munajat 212 bernuansa kampanye. Dia menilai acara tersebut baik-baik saja.

“Ya baik-baik aja. Katanya begitu (ada nuansa kampanye), saya nggak tahu, saya nggak denger sih,” ucapnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)