Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyinggung soal sikap berbeda yang ditunjukkan Prabowo Subianto dalam melihat hasil penghitungan cepat (quick count) pada Pilpres 2019 dan Pilkada DKI 2017 lalu.

TKN Singgung Pidato Prabowo Yang Percayai Quick Count Saat Pilkada DKI 2017

“Waktu Pilgub DKI kemarin, Pak Prabowo juga mendeklarasikan kemenangan Anies-Sandi berdasarkan QC saat itu, tapi kenapa sekarang menolak?” kata Wakil Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma’ruf, Daniel Johan kepada wartawan, Senin (24/2/2019).

Saat itu, Prabowo mendeklarasikan kemenangan Anies-Sandiaga dari calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat versi quick count.

“Saya mendapatkan kehormatan untuk mengucapkan selamat kepada Saudara Anies Rasyid Baswedan, Saudara Sandiaga Salahuddin Uno. Ini kemenangan seluruh rakyat Jakarta, ini kemenangan demokrasi,” kata Prabowo, di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

Ketika itu, pasangan Anies-Sandi unggul dengan perolehan 57,67 persen, dibandingkan Ahok-Djarot yang memperoleh 42,33 persen.
Sedangkan hasil resmi KPU, Anies-Sandi 57,96 persen ; Ahok-Djarot 42,04 persen.

Saat itu hadir pula sejumlah tokoh dan ketua umum partai pendukung seperti Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, meski Golkar di Pilgub DKI 2017 mengusung Ahok-Djarot.

“Dan kita tentunya tidak lepas dari dukungan tokoh-tokoh nasional yang mendorong Anies-Sandi, Presiden PKS Pak Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Pak Zulkifli Hasan, Ketua Umum Perindo Pak Hary Tanoesoedibjo,” ucap Prabowo.

“Tokoh nasional, pemimpin, bapak reformasi kita, Pak Amien Rais, yang punya gelar khusus Ayatullah Indonesia, kita semua ini murid-murid beliau. Kemudian juga yang tidak kalah penting ini mentornya Pak Sandi, mentornya Pak Anies, mentor saya juga, Pak Aburizal Bakrie. Kemudian banyak tokoh, ada lagi ini yang generasi muda, Erwin Aksa, panglima tim sukses Mardani Ali Sera,” lanjutnya.
(samsularifin – harianindo.com)