Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tidak mau berkomentar banyak terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah Arifin.

Terkena OTT KPK, Rini Soemarno Resmi Memberhentikan Direktur PT PAL Indonesia

“Mengikuti proses hukum, yang bersangkutan kan sudah diberhentikan. Hari ini juga sudah dilantik yang baru,” ujar Rini di kompleks Istana Negara, Senin (3/4/2017).

Nah, untuk mencegah supaya hal serupa tidak terulang kembali, Rini meminta jajaran direksi BUMN menjaga profesionalismenya. Selain itu memaksimalkan peran dewan komisaris (dekom) di setiap perusahaan pelat merah.

“Kami tekankan ke dekom bahwa komisaris harus mengoptimalkan tim audit mereka,” pungkas Rini.

Selain dirut PT PAL, OTT oleh anak buah Agus Raharjo juga menangkap Manager Treasury PT PAL Indonesia Arief Cahyana. Yang terbaru, Saiful Anwar selaku direktur keuangan perusahaan BUMN itu juga telah dibekuk di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (1/4/2017). (Tita Yanuantari – harianindo.com)