Home > Ragam Berita > Nasional > Inikah Dokumen Yang Menjadi Bukti Ahok Terlibat Korupsi Sumber Waras ?

Inikah Dokumen Yang Menjadi Bukti Ahok Terlibat Korupsi Sumber Waras ?

Jakarta – Andi Arief, mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan bukti baru dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras.

Inikah Dokumen Yang Menjadi Bukti Ahok Terlibat Korupsi Sumber Waras ?

Melalui akun Twitternya, @AndiArief_AA, ia membuat sebuah kicauan yang bisa menyudutkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“BPK dan KPK sudah pegang sertifikat yang 20 Jt, yaitu sertifikat RS Sumber Waras status Hak Milik dan justru itu tidak dibeli Ahok,” kicaunya (Senin 14/3/2016).

Inikah Dokumen Yang Menjadi Bukti Ahok Terlibat Korupsi Sumber Waras ?

Andi Arief juga berkicau,”Masih banyak yang belum memahami kasus Sumber Waras, karena dianggap sertifikatnya hanya satu. Kabarkan bahwa dua sertifikatnya,”.

Andi Arief berkali-kali menulis,”Saya Ulangi, ini tanah HGB yang dibeli Ahok. Ini Rp7 jt NJOP-nya, yang tdk dibeli Ahok yang di depan yang Rp20 jt,”. Selanjutnya,”Saya bilang, kalau NJOP itu kan informasi umum. Tinggal BPK, KPK tanya ini sertifikat lokasi di mana NJOP berapa ke kantor pelayanan pajak”.

Andi Arief terus berkicau,”Sertifikat yang dibeli Ahok atas nama Yayasan kesehatan Sumber Waras, NJOP 7 jt. Yang tidak dibeli yang 20 jt itu atas nama yayasan lain.”. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Habib Novel Menyebut FPI Akan Demo Markas Twitter di AS Terkait Penutupan Akun

Habib Novel Menyebut FPI Akan Demo Markas Twitter di AS Terkait Penutupan Akun

Jakarta – Penutupan akun Twitter pribadi milik Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis