Home > Ragam Berita > Nasional > Buni Yani Dipaksa Tanda Tangan Surat Penahanan?

Buni Yani Dipaksa Tanda Tangan Surat Penahanan?

Jakarta – Kuasa hukum Buni Yani, Adi Kurnia Setiadi mengungkapkan bahwa Buni Yani dipaksa menandatangani surat penahanan pada Rabu (23/11/2016) malam, namun Buni Yani tidak mau menandatangani.

Buni Yani Dipaksa Tanda Tangan Surat Penahanan?

“Klien saya di kasih surat kuning, surat penangkapan, jam delapan (20.00 WIB). Tapi, kami tidak mau tandatangan. Baik Buni dan kuasa hukumnya,” kata Adi, Kamis (24/11/2016).

Meskipun pihak Buni Yani tidak mau menandatangani surat penahanan namun polisi tetap menggunakan hak diskresinya sebagai penyidik.

“Klien saya tetap ditahan. Tapi, mau bagaimana lagi. Itu kewenangan diskresi polisi. Ditahan di ruang penyidik, tidur di mushola,” tambah Adi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono sebelumnya menjelaskan bahwa ada kendala teknis saat melakukan pemerikasaan terhadap Buni Yani, namun ia tidak menyebutkan secara persis apa yang menjadi kendala.

“Semalam diperiksa sampai 00.30 WIB tanpa istrahat didampingi pengacara. Lalu pukul 08.00 WIB kita lanjutkan (pemeriksaan). Karena ada kendala, molor sampai pukul 10.00 WIB, dan barusan pemeriksaan belum selesai,” ungkap Awi saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya.

Kapada Buni Yani sendiri tidak dilakukan penahanan dan diperbolehkan pulang meskipun statusnya saat ini sebagai tersangka karena Buni Yani dinilai kooperatif.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Polisi Berhasil Tangkap Perakit Bom Bekasi

Polisi Berhasil Tangkap Perakit Bom Bekasi

Jakarta – Tidak lama setelah penangkapan tiga terduga teroris di Bekasi, Densus 88 kembali melakukan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis