Home > Ragam Berita > Nasional > Pelajar Indonesia Amankan Medali di Ajang IEYI dan ASPC 2017

Pelajar Indonesia Amankan Medali di Ajang IEYI dan ASPC 2017

Jakarta – Tak henti-hentinya generasi bangsa terus menorehkan prestasi untuk negeri. Kali ini, pelajar Indonesia kembali membawa pulang medali dan penghargaan dari ajang penelitian berskala internasional.

Pelajar Indonesia Amankan Medali di Ajang IEYI dan ASPC 2017

Pelajar hasil binaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), berhasil meraih medali dan penghargaan dari International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2017 dan ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2017.

Sebanyak dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu berhasil diborong oleh pelajar Indonesia. Tak hanya itu, berbagai special award juga diberikan kepada beberapa penelitian.

Hans Bastian Wangsa dan Siti Farahdina, dua pelajar asal SMAN 6 Yogyakarta mampu meraih medali emas dengan judul karya ‘The Safety MotorcyleHandlebar’ untuk kategori Safety and Health.

Kedua pelajar ini menciptakan sebuah sistem yang mengingatkan pengendara untuk mematikan lampu sein sepeda motor. Menurut keduanya, lupa mematikan lampu sein adalah masalah yang serius karena jika berbelok ke arah sebaliknya dapat menyebabkan kecelakaan.

Pelajar atas nama Gede Herry Harum Wijaya dan Ni Putu Gita Naraswati yang berasal dari SMA Bali Mandara ini juga berhasil meraih medali emas dalam kategori Green Technology.

Mereka berdua menciptakan Smart Trash Can, yang mana merupakan tong sampah yang dapat mencegah pencampuran sampah di TPA sehingga sulit diolah. Tak hanya itu, Herry dan Gita juga mendapatkan Special Award dari officialMacao.

Medali lainnya yakni perak diperoleh oleh Arfan Khairul Wdari, siswa Sampoerna Academy untuk kategori Green Technology dengan judul Floating Hydro. Ia membuat energi listrik mandiri dan portabel untuk daerah yang belum terjangkau listrik.

Medali perak lainnya dan Special Award dari official International Teenager Competition and Communication Center China diraih oleh Mufftie Insani dan Firman Dwiansyah, pelajar asal SMKN 1 Cimahi untuk kategori Food and Agriculture. Dengan karya berjudul BOTANI (The Bot Farmer),yang berfungsi untuk mengondisikan kelembapan dan temperatur ruangan untuk pertumbuhan jenis tanaman tertentu.

Sebelumnya, IEYI sendiri merupakan ajang kompetisi internasional di bidang inovasi teknologi tepat guna yang diselenggarakan di Nagoya, Jepang pada 25-31 Juli 2017.

Selain Indonesia, 14 negara, termasuk China, Taiwan, India, Italia, Jepang, Filipina, dan Rusia, juga turut mengambil bagian dalam kompetisi kali ini.

Tak hanya di IEYI, pelajar Indonesia juga berhasil mendapatkan Juara Pertama kategori Applied Science pada ASPC 2017 di Pathum Thani, Thailand, pada 23-27 Juli 2017 lalu.

ASPC 2017 diikuti 7 negara ASEAN, yakni Indonesia, Laos, Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, dengan 35 proyek penelitian.

Salah satu pemenang yakni Angelica Grace Intan asal SMa Santa Laurencia Tangerang meraih juara III dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI 2016 dalam kategori bidang Ilmu Pengetahuan Hayati. Karyanya yakni memanfaatkan plastik sebagai penghasil arus listrik dalam microbial fuel cell.

Baca juga: Siswa SMP 6 Surabaya Catatkan Prestasi Membanggakan di Thailand

Dalam keterangan tertulis di LIPI, Senin (31/7/2017), Nur Tri Aries, Kepala Biro Kerjasama, Hukum, dan Humas LIPI, Nur Tri Aries, menyatakan bahwa, dirinya mendukung penuh dan mendorong para pelajar agar terus berprestasi di kancah internasional. ( Rere – harianindo.com)

x

Check Also

Anies Baswedan : "Di Hari Pertama Masuk Sekolah, Antarkanlah Anak-Anak Kita"

Anies Baswedan : “Di Hari Pertama Masuk Sekolah, Antarkanlah Anak-Anak Kita”

Jakarta – Pada hari pertama masuk sekolah yang jatuh pada Senin (16/7/2018) besok, Gubernur DKI ...