Home > Unik > Aneh > PSK Ini Merasa Bangga Bisa Terpuaskan Dengan “Itunya” Robot

PSK Ini Merasa Bangga Bisa Terpuaskan Dengan “Itunya” Robot

Edinburgh – Pria yang memiliki penis robot diberitakan bakal menanggalkan keperjakaannya selepas menunggu selama 43 tahun. Pria tersebut bernama Mohammad Abad, yang tak memiliki alat vital sejak usia enam tahun karena kecelakaan.
PSK Ini Merasa Bangga Bisa Terpuaskan Dengan "Itunya" Robot
Seperti dilansir Merdeka.com dari Daily Mail, Rabu (6/1/2016), pria yang berdomisili di Edinburgh, Inggris, tersebut mengaku jatuh cinta dengan seorang pekerja seks komersial (PSK) bernama Charlotte Rose. Setelah melakukan pendekatan selama beberapa waktu, Abad pun siap melampiaskan hasrat biologisnya kepada Charlotte.

“Saya telah menunggu cukup lama untuk ini dan ini akan menjadi permulaan hebat di awal tahun. Penis robot ini bekerja sangat sempurna, kini saya ingin gunakan untuk hal itu, saya sangat bersemangat dan tidak bisa menunggu lagi,” ungkap Abad.

Rose, yang juga merupakan seorang aktivis kebebasan seks, mengungkapkan bahwa dirinyalah yang menawarkan diri untuk menjajal penis robot milik Abad.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya, akhirnya dia memilih untuk melakukan hal tersebut dengan saya, kita akan makan malam bersama terlebih dulu baru setelahnya melakukan waktu intim selama dua jam, tentunya saya tidak akan kenakan tarif untuknya,” ucap Rose. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Foto Selfie Sepasang Kekasih Ini Membuat Netizen Merinding

Foto Selfie Sepasang Kekasih Ini Membuat Netizen Merinding

Jakarta – Foto selfie bersama kekasih mungkin saat ini menjadi keharusan bagi muda-mudi yang hidup ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis