Home > Unik > Aneh > Gara-gara Punya Tato Simbol Budha Dikening, Pria Ini Susah Dapat Kerja

Gara-gara Punya Tato Simbol Budha Dikening, Pria Ini Susah Dapat Kerja

Batley – Tato merupakan salah satu bentuk karya seni yang terkadang mengundang pro dan kontra. Pada sebagian besar orag awam, orang yang memiliki tato merupakan salah satu bentuk kegarangan atau identik dengan preman ataupun penjahat dan sebagainya. Namun, bagi sebagian orang lainyya, tato merupakan suatu bentuk keindahan yang dapat ditempelkan ke tubuh sebagai tanda.

Gara-gara Punya Tato Simbol Budha Dikening, Pria Ini Susah Dapat Kerja

Seperti yang dikutip infospesial, Kamis (7/1/2016), terdapat seorang mualaf yang berasal dari kota Basley, Inggris. Pria bernama Yusuf Hamid tersebut mengaku bahwa sudah hampir 450 kali dirinya ditolak oleh perusahaan ketika melamar sebuah pekerjaan hanya karena tato yang ada di tubuhya, terutama dengan tato simbol Budha yang terdapat di keningnya.

Yusuf Hamid mengatakan bahwa pada suatu ketika dirinya pernah juga melamar sebagai karyawan pada perusahaa cuci mobil dan petugas kebersihan, dan dirinya telah memenuhi persyaratan yang dikualifikasikan oleh perusahaan tersebut. Namun, ketika sesi wawancara, pewawancara mengatakan bahwa tato yang dimilikinya dapat menimbulkan citra yang tidak bak untuk citra perusahaan. Hal itulah yang membuat Hamid kecewa karena perusahaan tidak melihat dari sisi skill karyawan hanya karena sebuah tato. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

MUI Samarinda Pernah Mengharamkan "Polisi Tidur"

MUI Samarinda Pernah Mengharamkan “Polisi Tidur”

Samarinda – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda mengeluarkan fatwa haram pada keberadaan “polisi tidur” karena ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis