Home > Gaya Hidup > Kesehatan > 9 Penyebab Bau Tak Enak Pada Air Seni

9 Penyebab Bau Tak Enak Pada Air Seni

Jakarta – Mengonsumsi beberapa makanan tertentu seperti asparagus, bawang, beberapa rempah-rempah, kari, salmon dan kopi, dapat membuat urine Anda menjadi berbau tak sedap. Namun, terkadang Anda sering mencium bau tidak sedap dari urine meski tidak makan makanan pemicu bau.

9 Penyebab Bau Tak Enak Pada Air Seni

Tak usah khawatir, biasanya, penyebab urine berbau sama sekali tidak berbahaya dan mudah diperbaiki. Inilah alasan mengapa urine Anda bau seperti dilansir dari metrotvnews.com, Selasa (27/12/2016):

1. Dehidrasi
Penyebab pertama urine Anda bau adalah dehidrasi atau kekurangan air. Ketika tubuh dehidrasi, urine memiliki bau yang kuat dan berwarna gelap. Ini cara tubuh Anda memberitahu untuk mengisi banyak cairan ke dalam tubuh.

2. Infeksi saluran kemih
Hal medis yang paling umum menyebabkan urine bau adalah infeksi saluran kemih. Bau urine seperti amonia atau aroma busuk hingga bau sedikit manis dapt menjadi indikasi Anda terkena infeksi. Selain menyebabkan bau, infeksi saluran kemih juga ditandai urine yang gelap hingga berdarah, memberikan rasa ingin buang air kecil, dan sensasi terbakar di kemaluan.

3. Diabetes
Makan terlalu banyak gula dapat memicu sakit kepala. Namun, jika terlalu sering berlebihan gula dapat menyebabkan gula darah tinggi atau diabetes tipe 2. Diabetes membuat Anda buang air kecil lebih sering dibanding biasa. Urine Anda mungkin akan berbau seperti buah. Ini karena gula tambahan diekskresikan oleh ginjal Anda.

4. Infeksi jamur
Infeksi jamur membuat organ genital Anda bau khas ragi. Ini karena ketidakseimbangan bakteri vagina. Meski menyerang vagina, infeksi jamur dapat membuat urine bau karena letak uretra yang begitu dekat.

5. Kelainan genetik
Terkadang, kelainan genetik tertentu dapat mempengaruhi aroma urine Anda. Jika bau urine Anda busuk, asam atau amis, Anda mungkin mengalami trimethylaminuria. Ini biasanya menyerang wanita dan gejalanya dapat memburuk di sekitar waktu pubertas, sebelum atau selama haid, setelah minum kontrasepsi oral atau sekitar menopause.

6. Anda sedang hamil
Perubahan hormon yang memungkinkan bayi tumbuh di dalam rahim dapat membuat wanita sering buang air kecil. Biasanya, ini disertai dengan aroma urine yang baru. Urine dapat memiliki bau yang lebih menyengat dari hormon yang dihasilkan selama kehamilan terutama pada trimester pertama.

7. Anda sedang ovulasi
Hormon yang sama saat bayi tumbuh dalam rahim juga bekerja pada siklus haid biasa, meskipun pada skala yang kecil. Ini berarti dapat membuat aroma pada urine Anda setelah ovulasi. Pada kondisi ini, aroma amonia sangat kuat dari urine Anda.

8. Mengalami penyakit menular seksual
Beberapa dari penyakit menular seksual dapat membuat urine bau. Chlamydia adalah penyebab paling umum yang diikuti oleh trichomoniasis, parasit menular seksual. Biasanya, penyakit menular seksual tidak menunjukkan gejala berat.

Baca juga: 5 Makanan Ini Wajib Disertakan dalam Diet Anda

9. Konsumsi suplemen
Beberapa suplemen,vitamin dan obat-obatan dapat menyebabkan perubahan bau urine Anda. Rasa buatan yang dimasukkan dalam lapisan pil membuat perubahan bau urine. Obat tinggi vitamin B6, termasuk beberapa multivitamin, jantung dan obat-obatan kehamilan, adalah penyebab paling tinggi bau pada urine. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Berapa Denyut Nadi Yang Normal?

Berapa Denyut Nadi Yang Normal?

Jakarta – Kesehatan seseorang, terutama kesehatan jantung, juga dapat dideteksi dengan berapa kali denyut nadi ...