Home > Ragam Berita > Nasional > Dirgahayu Ke-72, Kekuatan TNI Punya Peringkat Apik di Dunia

Dirgahayu Ke-72, Kekuatan TNI Punya Peringkat Apik di Dunia

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia atau TNI sejak hari kamis (05/10/2017) kemarin telah genap berusia 72 tahun bediri. Pertama kali berdiri dengan nama Tentara Keamanan Rakyat itu saat ini masih menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara.

Dirgahayu Ke-72, Kekuatan TNI Punya Peringkat Apik di Dunia

Dirgahayu Ke-72, Kekuatan TNI Punya Peringkat Apik di Dunia

Hal itu diungkapkan oleh Lembaga Survei Global Firepower (GFP). GFP menempatkan TNI berada pada posisi ke-14 dunia dari 133 negara yang disurvei. Kemudian TNI juga berada pada peringkat ke-7 di Asia.

Peringkat ini berdasarka indeks kekuatan (power index score-PwrInd) yang dimiliki oleh TNI sebesar 0,3347. GFP mengambil sebanyak 50 faktor yang menentukan skor (kemampuan militer) sebuah negara.

Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor geografis, fleksibilitas logistik, sumber daya alam dan industri lokal dimana kesemua faktor ini sangat memengarui hasil peringkat yang didapat.

Selain mengandalkan jumlah total senjata yang tersedia, peringkat yang diperoleh ini juga lebih berfokus pada keanekaragaman senjata untuk memberikan keseimbangan angkatan yang lebih baik. Penilaian ini juga termasuk perhitungan anggaran militer hingga utang luar negeri negara tersebut.

Baca juga : Ini Wejangan SBY Untuk HUT TNI Ke-72

Secara global, GFP menempatkan Amerika Serikat pada posisi peringkat pertama dengan indeks sebesar 0,0857. Selanjutnya diposisi kedua ada Rusia sebesar 0,0929 dan pada peringkat yang ketiga dirauh oleh Tiongkok dengan skor sebesar 0,0945.

Perlu diketahui semakin kecil angka indeks yang diperoleh maka semakin kuat peringkat militer yang ada di sebuah negara.

Selanjutnya untuk kawasan Asia, Tiongkok memperoleh juara pertama yang paling menakutkan, disusul India, Jepang, Turki, Korea Selatan, Pakistan, dan Indonesia.

Terakhir di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat pertama yang kemudian disusul dengan Vietnam, Thailand, Myanmar, Malaysia, Filipina, Singapura, Kamboja dan Laos.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Bantah Lulung, Ombudsman Temukan Bukti Pungli dan Premanisme di Tanah Abang

Bantah Lulung, Ombudsman Temukan Bukti Pungli dan Premanisme di Tanah Abang

Jakarta – Secara mengejutkan OMBUDSMAN Republik Indonesia (ORI) mengumukan bahwa terdapat malaadministrasi dan pungutan liar ...