Jakarta – Kontingen Asian Games Jepang memulangkan empat atlet basketnya setelah terbukti membayar jasa pekerja seks komersial (PSK) di sebuah hotel di Jakarta, di sela-sela jadwal pertandingan.

Ternyata Empat Pemain Basket Jepang Menginap Dengan PSK di Kawasan Ini

Menurut kepala delegasi Jepang, Yasuhiro Yamashita, hotel tempat atlet mereka menginap dengan empat orang PSK ini terletak di kawasan Blok M.

Keempat atlet basket itu yakni Yuya Nagayoshi (27), Takuya Hashimoto (23), Takuma Sato (23) dan Keita Imamura (22).

Dalam keterangan persnya, Yamashita mengungkapkan, keempat atletnya itu meninggalkan kampung atlet pada Kamis (16/8/2018) sekitar pukul 22.00 WIB untuk makan malam di sebuah restoran, usai kemenangan mereka atas tim basket Qatar.

Saat berada di restoran itu, keempatnya bertemu dengan seorang warga lokal berbahasa Jepang, yang kemudian menawarkan jasa PSK yang bisa ditemui di sebuah bar.

Dengan masih mengenakan seragam timnas Jepang, keempatnya lantas menuju ke bar dan membayar jasa PSK serta menginap di sebuah hotel hingga Jumat (17/8/2018) pagi.

“Tindakan ini melanggar kode etik tim nasional, dan itu mengkhianati harapan warga Jepang,” kata Yamashita.

“Sebagai kepala delegasi, itu sangat disesalkan dan saya sangat meminta maaf dari lubuk hati saya,” lanjutnya.

“Kami memiliki kode disiplin khusus, ini jelas melanggar kode etik bagi delegasi Jepang. Para atlet harus menjadi teladan bagi masyarakat, tidak hanya di tempat olahraga tetapi juga pada kesempatan lain,” tegas Yamashita.

Yamashita merasa kecewa karena sebelumnya para atlet telah diingatkan untuk menjadi teladan saat berada di Jakarta.

“Sehari setelah kedatangan kami di sini, Chef de Mission dan pejabat-pejabat tinggi lainnya mengatakan pada para atlet bahwa mereka harus menjadi teladan di Jakarta,” tutur Yamashita.

“Ini mengecewakan karena setelah instruksi dan dorongan itu, masalah seperti ini terjadi, saya sangat meminta maaf kepada orang-orang Jepang sebagai kepala delegasi,” imbuhnya.

“Para pemain itu terbang pulang dengan biaya mereka sendiri. Delapan pemain sisanya, official dan pelatih akan tetap di sini untuk terus bermain hingga akhir kompetisi,” pungkasnya.
(samsul arifin – harianindo.com)