Home > Gaya Hidup > Ramalan Permadi, Jokowi akan Jatuh di 2016

Ramalan Permadi, Jokowi akan Jatuh di 2016

Jakarta – Ramalan atau prediksi masa depan tentang suatu hal kadang perlu juga diketahui untuk keperluan analisa atau pun hanya sekedar hiburan. Untuk masalah percaya atau tidak, tentu kembali kepada masing-masing pribadi.

Di tahun 2016 ini, politikus sekaligus paranormal, Permadi SH, juga mencoba menerawang apa yang akan terjadi pada Republik Indonesia ini. Kepada Mohammad Yudha Prasetya, Permadi menuturkan bahwa pada akhir Desember hingga Januari, akan terjadi sebuah puncak dari “zaman edan”.

Seperti dilansir dari Merdeka.com (Sabtu, 2/1/2016), berikut ini hasil wawancara dengan Permadi SH yang berlangsung di rumahnya, alan Pengadegan Barat IV,Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2015) lalu.


Tanya: Bagaimana penglihatan Anda untuk Indonesia di tahun 2016 ?

Permadi SH: “Saya sudah mengatakan bahwa saat ini sudah puncak dari zaman edan. Pasti akan segera timbul goro-goro. Dalam goro-goro inilah akan terjadi perubahan besar di mana Satrio Piningit muncul dan Jokowi jatuh. Saya pernah mengatakan bahwa pertanda Jokowi jatuh ini sudah dimulai sejak akhir tahun 2015, dan benar-benar akan jatuh pada tahun 2016. Karena nanti akan ada sosok yang berperan sebagai Semar, dan mengatakan kepada Jokowi bahwa kamu itu sebenarnya Petruk.”

“Kita lihat sajalah. Jokowi itu orang yang baru muncul, tidak terkenal. Prabowo yang hebat dan luar biasa saja bisa kalah, ya bagaimana. Di Irian itu mana orang kenal Jokowi ? Nyatanya bisa menang. Entah itu dengan kecurangan atau dengan apa, tetapi faktanya begitu. Dan sekarang terungkap kan kecurangan Jokowi masalah Freeport dan lain sebagainya. Bahkan kecurangan-kecurangan dalam pemilu itu sangat luar biasa.”

“Kita lihat saja bagaimana Jokowi menjalankan pemerintahannya hari ini, ya salah semua. Petruk itu kan tidak punya konsep, punakawan yang tidak punya pengetahuan apa-apa. Dia mengangkat menteri tanpa tahu kualitasnya. Pokoknya yang membantu dia ya diangkat. Termasuk mereka-mereka yang jadi komisaris atau bahkan direktur utama.”

“Jokowi itu enggak kenal orang, dia kan politikus baru. Kalau dia mengangkat menteri, tidak tahu siapa orang itu. Pokoknya disodorkan partai, pokoknya kenal. Akhirnya menurut saya reshuffle yang pertama kemarin itu gagal. Yang diganti kan hanya lima menteri, tetapi menurut saya paling sedikit 20 menteri itu harus diganti semua, termasuk Puan, Laoly, itu apa sih prestasinya.”


Tanya: Bagaimana ramalan Anda tentang wajah DPR di tahun 2016 ?

Permadi SH: “Saya katakan sekali lagi, sekarang ini adalah puncak zaman edan. Jadi tidak hanya kroco-kroco yang menyeleweng, tetapi pimpinan-pimpinan yang menyeleweng. Dari presiden, ketua DPR, kapolri, kejaksaan, semuanya menyeleweng dan diungkap di tv-tv.”

“Menurut UU apapun, yang paling berhak menangani perpanjangan kontrak Freeport adalah eksekutif. Nah, kalau andaikan saya orang yudikatif, misalnya Mahkamah Agung, tiba-tiba datang ke Freeport dan mengajak membicarakan negosiasi serta perpanjangan kontrak karya, menurut kamu kira-kira Freeport mau enggak ? Enggak mau.”

“Misalnya saya Setya Novanto, datang ke Freeport untuk membicarakan kontrak karya, Freeport nya mau enggak ? Kecuali Novanto itu mendapat restu dan persetujuan dari pihak istana, dan itu terbukti di dalam rekaman. Sebab, dalam rekaman jelas Jokowi dan Luhut tahu persis perilaku Novanto menghadap Freeport. Jadi Novanto itu tidak berani membuka siapa-siapa yang ada di belakangnya, karena takut.”

“Dia itu pion, dan dia bukan mencatut nama presiden, tetapi menjadi makelarnya presiden. Cuma kemarin dia jadi martir demi melindungi orang-orang di belakangnya. Kita lihat saja nanti, Jaksa Agung kan disuruh memeriksa Setya Novanto, dikasih izin enggak nanti sama Jokowi. Kita lihat saja nanti. Dalam hal ini, Novanto bukan enggak paham kalau kapasitasnya sebagai legislatif itu sama sekali tidak berwenang mengurusi perpanjangan kontrak Freeport, tetapi dia memang membawa amanah dari eksekutif.”


Tanya: Bagaimana wajah hukum di Indonesia hari ini dan ke depannya di tahun 2016 ?

Permadi SH: “Ya akan amburadul terus. Kan Jaksa Agung juga sudah disinggung menerima Rp 300 juta dari Evi, istrinya Gubernur Sumatera Utara. Ada pengakuan semua terlibat. Jadi ini yang terlibat itu sudah yang besar-besar dan jabatannya tinggi semua. Kita lihat, ini terbongkar dengan sendirinya. Tanpa usaha keras KPK pun semua terbongkar. Jero Wacik kena, Rio Capella kena, setingkat Gubernur kena, sekarang sudah mulai.”

“Sebab bulan Suro kemarin itu menurut pandangan orang Jawa, sudah mulai ‘sirno ilang angkara ning bumi’, hilangnya kejahatan dari muka bumi. Jadi tuhan yang akan membuka semuanya sendiri.”

“Mengenai kejatuhan Jokowi pun, tuhan sendiri lah yang akan menjatuhkan. kita tidak tahu kapan secara spesifik. Tetapi menurut waktunya yang sudah dekat, antara 2016-2017 lah. Jadi sekarang ini sudah terbongkar semua itu dengan sendirinya, kasus-kasus yang melibatkan pemain-pemain besar.”

“Jadi konteks penegakan hukum itu sendiri ke depannya tidak bisa diandalkan lagi. Dari penegak hukumnya sampai para hakimnya itu enggak bisa. Sudah zaman edan, dan semuanya juga ikut edan.”


Tanya: Dari hal-hal yang Anda jelaskan, apa yang harus dilakukan rakyat ?

Permadi SH: “Saya anjurkan, ini waktunya goro-goro. Rakyat harus bergerak karena waktunya sudah tiba. Histeria massa terhadap Jokowi pun sudah menurun drastis saat ini. Dari 100 persen tingkat kepercayaan publik katakanlah sekarang sudah tinggal 42 persen, jadi tinggal sedikit. Yang Projo-Projo itu kan juga sudah mulai meninggalkan Jokowi, jadi tinggal tunggu waktunya saja. Tinggal menunggu tuhan memasukkan roh keberanian kepada manusia, untuk membuktikan bahwa sebenarnya Jokowi ini cuma Petruk yang berambisi jadi ratu, dan harus segera dijatuhkan.”

“Sejak bulan Suro kemarin, ‘sirno ilang angkara ning bumi’, atau hilangnya kejahatan dari muka bumi, itu waktu di tangan tuhan, manusia enggak bisa apa-apa. Prabowo saja yang sebegitu hebatnya enggak berani revolusi. Siapapun jenderal-jenderal yang hebat enggak berani revolusi. Jadi sekarang ini waktu itu di tangan tuhan. Jika tuhan belum mengizinkan revolusi, maka tidak akan terjadi.”


(Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Ingin Tetap Efiesien di Usia Senja? Coba Saja Senam Otak ala Denzel Washington

Ingin Tetap Efiesien di Usia Senja? Coba Saja Senam Otak ala Denzel Washington

Los Angeles – Salah satu pemeran film The Magnificent Seven, aktor senior Denzel Washington, menilai ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis