Home > Ragam Berita > Nasional > Tolak Serahkan Kunci Motor, Bos Limbah Ini Ditembak Perampok

Tolak Serahkan Kunci Motor, Bos Limbah Ini Ditembak Perampok

Tangerang – Nasib nahas menimpa Abdul Syakur (40). Bos limbah tersebut diserang perampok. Korban ditembak di lapak limbah, Desa Sukamantri, RT 02, RW 03, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (30/10/2016) pukul 00.15.

Tolak Serahkan Kunci Motor, Bos Limbah Ini Ditembak Perampok

Menurut Warsono, ketua forum RW Desa Sukamantri, korban ditembak kawanan perampok karena menolak saat diminta untuk menyerahkan kunci motor dan mobil. Akibatnya, Abdul Syakur ditembak.

”Setelah itu, pelaku berhasul membawa satu unit mobil Toyota Avanza, sepeda motor, dua ponsel dan satu televisi,” ujar Warsono kepada wartawan, Minggu.

Pelaku, kata Warsono, memiliki cirri-ciri berperawakan tinggi, dengan warna kulit gelap itu mendatangi lapak limbah milik korban. Entah seperti apa kejadian persisnya, korban tiba-tiba meminta tolong warga karena mendapat luka tembak.

Baca juga: Inilah Imbauan Anies kepada Seluruh Relawan selama Kampanye Pilgub Berlangsung

“Saat ini korban sudah dibawa rumah sakit,” ujarnya.

Kapolsek Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Kompol Kosasih membenarkan aksi brutal kawanan perampok yang diduga dilakukan lebih dari dua orang itu. Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Kami masih melakukan penyelidikan,” singkatnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Ini Dia Daftar Nama Siswa-Siswi Yang Lolos SNMPTN 2017

Ini Dia Daftar Nama Siswa-Siswi Yang Lolos SNMPTN 2017

Jakarta – Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada hari ini, Rabu (26/4/2017) ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis