Home > Ragam Berita > Nasional > Demo Berakhir Rusuh, Baju Wiranto Dilumuri Darah

Demo Berakhir Rusuh, Baju Wiranto Dilumuri Darah

Jakarta – Pada malam lalu, ketika kericuhan para pendemo terjadi, kemeja putih yang dikenakan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto tampak dikotori warna merah menyerupai darah. Darah tersebut tampak tercoreng di bagian dada, perut, dan lengan Wiranto. Bahkan pergelangan tangan Wiranto juga tampak dikotori oleh darah.

553437_620

Hal tersebut diketahui ketika Wiranto berjalan masuk ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (4/11/2016) malam. Sebelumnya, Wiranto tengah berkeliling memantau kondisi pasca-unjuk rasa yang terjadi di depan Istana. Ketika berkeliling di depan Istana, Jumat malam, ia menjelaskan bahwa dirinya melihat sekitar tujuh polisi tergeletak di jalan. Hal tersebut lantaran ketujuh polisi itu usai diserang para pendemo. Wiranto pun membantu mengevakuasi para polisi itu ke tempat yang aman.

“Ini darah prajurit. Mungkin yang dipukuli tadi. Saya rangkul, saya tenangkan mereka tadi,” ujar Wiranto.

Baca Juga : Massa Tak Dikenal Tiba-tiba Lakukan Penjarahan dan Perusakan Mini Market di Penjaringan

Wiranto mengaku bahwa dirinya sempat menerobos masuk ke kerumunan pengunjuk rasa. Lantas ia kemudian bertemu dengan beberapa tokoh dari pendemo dan meminta agar demonstran kembali ke rumah masing-masing.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

FUI Merasa Terganggu Karena Universitas Kristen Pasang Poster Mahasiswi Berhijab

FUI Merasa Terganggu Karena Universitas Kristen Pasang Poster Mahasiswi Berhijab

Yogyakarta – Forum Umat Islam (FUI) Yogyakarta mendatangi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) pada Rabu ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis