Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin angkat bicara atas insiden yang menimpa pesawat militernya yang ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Suriah.

Putin Angkat Bicara Terkait Pesawat Militer Rusia yang Ditembak Suriah

Vladimir Putin

Putin secara tegas mengatakan bahwa kejadian jatuhnya pesawat yang membawa 14 personil militer Rusia itu adalah sebuah kecelakaan. “Kejadian ini agaknya terlihat seperti rantai situasi kecelakan tragis. Kecelakaan ini adalah tragedi bagi kita semua,” kata Putin sebagaimana diberitaan Reuters pada Rabu (19/9/2018).

Komentar Putin itu sekaligus membalikkan pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, yang menunjuk Israel sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.

“Jet Israel tidak menembak jatuh pesawat kita. Tapi tidak diragukan lagi kita harus melihat (insiden) ini secara serius,” tambahnya.

Putin turut menyampaikan belasungkawa kepada kerabat para korban dan menyebut kecelakaan itu sebagai tragedi bagi semua pihak.

Sebelumnya, pada Senin (17/9/2018) malam, sebuah pesawat Il-20 yang membawa 14 personil militer Rusia dilaporkan hilang dari radar. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan menuju Pangkalan Udara Hmeimim di Suriah barat.

Diketahui kemudian bahwa pesawat tersebut telah tertembak jatuh oleh pasukan rezim Suriah. Pada saat yang hampir bersamaan dengan insiden penembakan jatuh itu, Israel mengirimkan jet tempurnya untuk melancarkan serangan udara terhadap sasaran di Provinsi Latakia.

Baca juga: Terkait Jatuhnya Pesawat Rusia, Trump Kambing Hitamkan Suriah

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov menyatakan bahwa Israel telah gagal memberikan peringatan tentang serangan udara yang dilancarkannya.

Sebagai akibatnya, pesawat Rusia tak sempat melakukan tindakan penghindaran dari baku tembak yang terjadi. “Kami melihat tindakan militer Israel sebagai tindakan permusuhan. Sebagai akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab dari militer Israel, 14 personil Rusia tewas,” ujarnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)