Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempersilahkan pedagang hewan kurban berjualan di trotoar dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha. Itu boleh dilakukan bagi pedagang yang memang tidak memiliki lahan kosong untuk berjualan.

Anies membebaskan para Wali Kota untuk meregulasi lokasi penjualan hewan kurban jika tidak ada lahan kosong lagi di wilayahnya.

“Karena itu saya berikan diskresi kepada walikota untuk mengatur pelaksanaan di sesuai situasi lapangan,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (09/08).

Anies menegaskan bawah pada prinsipnya, berjualan di trotoar tidak diizinkan. Namun, ada beberapa wilayah yang tidak memiliki kawasan yang layak untuk dijadikan tempat berjualan.

Oleh karena itu, penjualan hewan kurban boleh dilakukan di trotoar di wilayah tertentu.

“Secara prinsip dilarang berjualan di trotoar. Hanya trotoar di Jakarta enggak sama di semua tempat. Ada yang lebarnya 1,5 meter, ada yang lebarnya 5 meter,” kata Anies.

“Ini yang saya beri diskresi pada walikota mengatur sesuai kondisi masing-masing,” tambahnya.

Berbeda dari 2018 lalu. Anies mengeluarkan larangan untuk berjualan hewan kurban di trotoar.

Tidak ada diskresi yang diberikan kepada Wali Kota seperti yang baru saja diberikan Anies. Kendati demikian, pada 2018 silam, tetap ada pedagang hewan kurban yang berjualan di trotoar.

“Penjualan (hewan kurban) bukan di trotoar dan pinggir jalan,” kata Anies di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu, 19 Agustus 2018 lalu.

Sebelumnya, Anies mengeluarkan Instruksi Gubernur nomor 46 tahun 2019 tentang Pengendalian Penampungan dan Pemotongan Hewan dalam Rangka Idul Adha 2019/1440 H. Peraturan itu berisi seruan kepada para pedagang untuk tidak berjualan di fasilitas umum seperti trotoar.

Wali Kota di masing-masing wilayah untuk menyediakan lahan kosong yang layak untuk berjualan. Jika ketahuan berjualan di fasilitas umum, Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta bakal meminta para pedagang untuk pindah tempat.

Kemudian, Ingub Anies tersebut memberikan masukan agar masyaarkat tidak menggunakan plastik sekali pakai dalam kegiatan berkurban. Ia meminta masyarakat menggunakan alat ramah lingkungan seperti besek atau daun pisang sebagai wadah pembagain daging kurban. (Hr-harianindo.com)