Jakarta – Kementerian Perdagangan berencana akan menyegel sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terbukti curang. Berdasarkan keterangan dari Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono, terdapat sekitar 14 kasus kecurangan yang akan ditindak oleh pihaknya.

“Yang kita temukan di Jawa barat, di Medan, Gorontalo dan Batam dan hampir beberapa kota kita temukan. (Total) sekitar 14 kasus,” kata Veri di SPBU Sunset Road, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (27/08/2019).

Tak hanya melakukan penyegelan, Veri menyebut bahwa besar kemungkinan para pengelola yang terbukti curang juga dikenakan sanksi pidana hingga penutupan SPBU. Hal tersebut dimaksudkan demi menimbulkan efek jera.

“Sanksinya ada Undang-Undang Kemetrologian, Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Sudah ada beberapa pelaku usaha di beberapa kota seperti di Jawa Barat sudah diputus di pengadilan, dipidana juga. Ada beberapa (dilakukan penutupan SPBU) kurang lebih 2 sampai 3 untuk di wilayah Jawa,” paparnya.

Veri mengungkapkan bahwa salah satu modus operandi yang dilakukan oleh para pengelola yang curang adalah dengan merusak segel badan ukur untuk mengubah takaran standar. Selain itu, ada pula yang memasang alat elektronik di dispenser bahan bakar.

“Jadi alat tambahan itu semakin canggih. Jadi dengan memutar switch saja bisa berubah, itu hanya dapat di kontrol lewat ruangan kantor saja. Itu kita temukan di Bangli dan kita sudah amankan. Kalau kita lihat ada pemutusan segel kemudian ada alat tambahan itu ada unsur kesengajaan lah,” ungkap Veri.

Veri juga menyebutkan bahwa kecurangan yang dilakukan oleh pengelola SPBU menyebabkan kerugian konsumen hampir mencapai Rp 500 juta per tahun untuk satu dispenser. (Elhas-harianindo.com)