Home > Ragam Berita > Nasional > Kemang Banjir, Ahok Bakal Sikat Bangunan Yang Ada Disepanjang Sungai

Kemang Banjir, Ahok Bakal Sikat Bangunan Yang Ada Disepanjang Sungai

Jakarta – Hujan deras kembali melanda DKI Jakarta pada sore kemarin. Hal tersebut lantas membuat wilayah Kemang, Jakarta Selatan, terendam banjir. Banjir yang terjadi di wilayah Kemang tersebut sudah mencapai 30 centimeter hingga 40 centimeter. Namun hingga kini masih belum ada laporan tentang korban jiwa karena kejadian ini.

Kemang Banjir, Ahok Bakal Sikat Bangunan Yang Ada Disepanjang Sungai

“Laporan banjir kami terima sejak pukul 20.20 WIB,” Kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Denny Wahyu, saat dihubungi, Minggu (25/9/2016).

Banjir tersebut terjadi di daerah cekungan yang ada di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan yang posisinya tak jauh dari aliran Kali Krukut. Kini situasi tersebut tengah ditangani oleh petugas pasukan biru dari Dinas Tata Air Jakarta Selatan.

“Petugas pasukan biru sudah mengaktifkan pompa air, membuang air ke Kali Krukut,” kata Denny.

Baru-baru ini diakui oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering dipanggil Ahok itu bahwa wilayah Kemang Jakarta Selatan memang kerap kali terserang banjir, seperti peristiwa yang terjadi pada Rabu (7/9/2016) lalu.

“Kan mulit inlet-nya masih kecil, masih satu setengah meter” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Ahok membeberkan alasan terkait tentang banjir tersebut. Sempitnya pintu masuk air atau inlet menjadi salah satu alasannya. Hal tersebut membuat pemasukan air ke saluran menuju sungai menjadi kecil juga. Tak jarang, genangan muncul di tempat yang sama. Ole karena hal itu, Ahok memerintahkan agar inlet di saluran air diperbesar. Dengan begitu, air bisa lebih banyak teralirkan dan genangan tak muncul lagi.

“Ya harus dibesarkan. Supaya air yang turun masuk ke pompa beberapa di Kemang kan memang rendah,” kata Ahok.

“Beberapa bagian sudah enggak kena banjir lagi kan. Seperti Pop Hotel kan sudah enggak,” kata Ahok.

Selain itu, hal tersebut juga diakibatkan karena adanya bangunan-bangunan di bantaran Sungai Krukut. Masalah jadi pelik karena bangunan itu juga mengantongi sertifikat. Sebenarnya, bangunan di sana juga ada yang mencoba menerapkan solusi. Misalnya Kemang Village, superblok ini punya sistem bak penampungan agar aliran air tak menimbulkan banjir. Namun Ahok menilai bak penampungan ini tak maksimal menampung air.

“Kalau Kemang Village itu ada kajian profesor-profesor loh yang bolehin. Itu yang saya bilang, mana bisa sih daerah resapan diganti dengan bak yang besar? Kalau bak yang besar kamu enggak kuras dulu, kalau kamu sudah kuras dulupun kalau air masuk pasti juga penuh, ada batasan,” tuturnya.

Ahok tetap membuat keputusan tegas untuk tetap menertibkan bangunan yang di Kemang bila memang bangunan itu melanggar aturan. Aturannya, bangunan tak boleh berdiri di bantaran sungai.

“Ya sikat kalau begitu,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta (8/9/2016).

“Kalau menyalahi, dia bikin sampai ke badan sungai, dia harus dibongkar,” kata Ahok.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Anies Baswedan Sambangi Korban Bom Kampung Melayu di RS Premier

Anies Baswedan Sambangi Korban Bom Kampung Melayu di RS Premier

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan menyambangi Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis