Home > Ragam Berita > Nasional > Organisasi Pencatat Keturunan Nabi Pastikan Novel Bamukmin Bukan Habib

Organisasi Pencatat Keturunan Nabi Pastikan Novel Bamukmin Bukan Habib

Jakarta – Rabithah Alawiyah, organisasi encatat keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia, menyebut jika Novel Bamukmin bukanlah seorang keturunan Rasulullah (sayyid). Artinya, Novel bukan habib yang secara bahasa artinya keturunan Rasul yang dicintai.

Organisasi Pencatat Keturunan Nabi Pastikan Novel Bamukmin Bukan Habib

Ketua Umum DPP Rabithah Alawiyah, Habib Zen bin Smith dan Duta Besar Yaman, Ali Ali Alsoswa

Sayyid Zen Umar bin Smith selaku ketua umum DPP Rabithah Alawiyah menegaskan jika Bamukmin merupakan salah satu suku yang memang berasal dari Yaman atau Hadramaut. Tetapi tidak mempunyai silsilah atau garis keturunan dari Rasulullah.

“Novel Bamukmin itu bukan sayyid apalagi habib,” katanya saat ditemui Republika di kantornya, Sabtu (11/10/2016). Novel juga seorang dalang demo Front Pembela Islam (FPI) yang berakhir rusuh. Setelah diburu aparat, kini dirinya sudah menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.

Menurut Sayyid Zen, gelar habib tidak bisa disematkan kepada setiap sayyid. Setiap habib harus sayyid, tetapi sayyid belum tentu habib. Dia mengatakan, saat ini banyak orang yang mengaku sebagai seorang habib, padahal bukan.

Perilaku sebagian oknum yang kerap melakukan kekerasan dalam klaim perjuangannya inilah justru merusak citra dari keturunan Rasulullah sendiri. Dia menjelaskan, seorang sayyid tidak bisa mengatakan bahwa dirinya sendiri adalah habib.

Pengakuan habib harus melalui komunitas dengan berbagai persyaratan yang sudah disepakati. Di antaranya cukup matang dalam hal umur, harus memiliki ilmu yang luas, mengamalkan ilmu yang dimiliki, ikhlas terhadap apapun, wara atau berhati-hati serta bertaqwa kepada Allah.

Sementara yang paling penting, lanjut Sayyid Zen, adalah akhlak yang baik. Sebab, bagaimanapun keteladanan akan dilihat orang lain. Seseorang akan menjadi habib atau dicintai orang kalau mempunyai keteladanan yang baik dalam tingkah lakunya. Maka, kata dia, menjadi aneh jika seseorang mengaku-ngaku dirinya adalah seorang habib.

Baca juga: Polisi Dituding Salah Ketik Fitsa Hats, Brigjen Pol Agus Andrianto Angkat Bicara

Sayyid Zen mengaku miris melihat fenomena adanya habib yang perilakunya tidak sesuai dengan pilar-pilar yang ada tadi. Padahal, kata dia, dakwah bisa dilakukan di bidang apapun. Dia menekankan kepada sayyid-sayyid tentang pentingnya menjunjung aturan-aturan yang berlaku dalam sebuah negara yang ditempati. Menurutnya, hal itu adalah kewajiban sebagai warga negara. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

20 Ormas Dipastikan Ikut Aksi 287

20 Ormas Dipastikan Ikut Aksi 287

Jakarta – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) bersama dengan sejumlah ormas rencananya ...