Home > Hiburan > Gosip > Oki Setiana Dewi Dinilai Belum Fasih Dalam Pelafalan Hadist

Oki Setiana Dewi Dinilai Belum Fasih Dalam Pelafalan Hadist

Jakarta – Oki Setiana Dewi sedang diterpa kabar kurang sedap. Perempuan yang kini lebih dikenal sebagai pendakwah itu ‘diserang’ netizen yang menganggapnya tidak pantas disebut ustadzah.

Oki Setiana Dewi Dinilai Belum Fasih Dalam Pelafalan Hadist

Berdasar informasi yang dihimpun tim Harian Indo, Rabu (27/4/2016), sejumlah netizen bahkan sampai membuat petisi di situs change.org dengan tajuk ‘Stop Tayangan Ustadzah Abal Abal Oki Setiana Dewi’. Petisi tersebut dibuat sebagai protes terhadap Oki yang dianggap telah melakukan pembohongan publik.

Menurut pandangan para netizen, Oki Setiana Dewi belum memiliki cukup ilmu sebagai seorang pendakwah. Perempuan yang namanya makin dikenal setelah membintangi film ‘Ketika Cinta Bertasbih’ itu juga dinilai belum fasih melafalkan hadist dan ayat-ayat Al-Qur’an dalam setiap kajian agamanya.

Tak cukup sampai disitu, dalam petisi tersebut mereka juga beranggapan bahwa Oki tidak menunjukkan sikap layaknya seorang pendakwah agama. Seperti sering pamer hal yang bersifat duniawi, hingga menetapkan tarif mahal dan meminta fasilitas mewah saat ceramah off-air.

Oki Setiana Dewi sendiri belum memberi komentar terhadap ‘serangan’ dari netizen. Kita doakan saja yang terbaik agar masalah ini cepat selesai baik-baik ya. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Sule Dikabarkan Akan Maju Sebagai Calon Gubernur Jabar, Ini Kata Rizky Febian

Sule Dikabarkan Akan Maju Dalam Pilgub Jabar, Ini Kata Rizky Febian

Jakarta – Belakangan ini, memang beredar kabar bahwa salah seorang komedian ternama, Sule akan maju ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis