Home > Hiburan > Gosip > Semuanya Harus Bisa Dijual, Alasan Nikita Mirzani Operasi Plastik

Semuanya Harus Bisa Dijual, Alasan Nikita Mirzani Operasi Plastik

Jakarta – Baru-baru ini, Nikita Mirzani melontarkan pernyataan yang menghebohkan. Ia mengatakan dirinya setuju dengan operasi plastik alias oplas bagi kaum perempuan, asalkan mereka punya biaya. Walau demikian, Niki mengaku bahwa oplas juga dianjurkan juga. Hal tersebut lantaran mengubah bentuk yang telah diberi oleh Yang Maha Kuasa.

Semuanya Harus Bisa Dijual, Alasan Nikita Mirzani Operasi Plastik

Nikita mengaku tak mempermasalahkan orang yang ingin melakukan operasi plastik. Yang terpenting menurut dia, operasi plastik tersebut memakai uang sendiri dan juga tidak merugikan orang lain. Namun, oplas haru disesuaikan dengan kebutuhan orang masing-masing. Ada beberapa artis yang melakukan operasi plastik. Selain Nikita Mirzani, Cynthiara Alona juga sempat lakukan oplas. Ia rela merogoh kocek yang cukup besar gunan memiliki bentuk tubuh dan wajah yang cantik.

“Niki oplas karena sebagai selebriti. Bentuk muka dan semuanya yang dijual kepada penonton,” kata Nikita lewat video yang diunggah dalam akun Instagramnya, 13 Oktober 2016.

“Tapi ada juga orang yang oplas tapi terlalu over, itu enggak baik juga. Niki hidup seperti ini natural, tapi ada juga orang yang sampai hidungnya lancip banget,” tegas Nikita.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Meski Tak Ikut Rayakan Bulan Puasa, Gading Marten Ikut Merasakan Berkah Ramadan

Meski Tak Ikut Rayakan Bulan Puasa, Gading Marten Ikut Merasakan Berkah Ramadan

Jakarta – Meskipun tak ikut berpuasa, Gading Marten tetap merasakan berkah bulan Ramadan. Selama sebulan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis