Home > Ragam Berita > Nasional > Ini Perbedaan Veronica Tan dan Annisa Pohan Saat Ditanya Program Kerja Suami

Ini Perbedaan Veronica Tan dan Annisa Pohan Saat Ditanya Program Kerja Suami

Jakarta – Debat kedua Pilkada DKI Jakarta yang telah digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah selesai pada Jumat (27/1/2017) kemarin. Masyarakat Ibukota DKI Jakarta sendiri harusnya sudah bisa menimbang dan menilai sendiri pasangan calon mana yang akan mereka amanatkan untuk memimpin Ibukota dalam lima tahun kedepan.

Ini Perbedaan Veronica Tan dan Annisa Pohan Saat Ditanya Program Kerja Suami

Veronica Tan dan Annisa Pohan

Mulai dari visi misi, berbagai program kerja, hingga langkah sistematis yang akan ditempuh untuk mengaplikasikan visi dan misi tersebut telah dijelaskan panjang lebar oleh ketiga pasangan calon yakni Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, Anies-Sandi ketika debat kedua.

Menariknya, apabila ditanya ke dua istri calon Gubenur DKI Jakarta yakni Annisa Pohan istri dari Agus Yudhoyono dan Veronika Tan istri dari Ahok, seberapa paham mereka tentang apa yang akan dikerjakan suaminya jika terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta. Usai debat tersebut, kedua sosok wanita tersebut diwawancara terpisah.

Berikut ini adalah kutipan wawancara dari keduanya tersebut :

Annisa Pohan :

W : pengalaman yang dimiliki mas Agus selama 16 tahun di bidang militer itu kiprahnya cemerlang. Nah ini tapi reformasi birokrasi ini masih dipertanyakan. Kalau mba Annisa sendiri melihat persiapannya seperti apa?

A : Eeeeh…saya belum bisa menjawab soal itu karena saya sendiri tidak menguasai isu tersebut. Mungkin bisa tanya langsung ke yang bersangkutan. Dan mungkin bisa langsung dilihat di debat besok (Jumat kemarin).
Saya yakin suami saya sudah sangat baik performance nya, jadi saya percayakan saja dengan apa adanya mas Agus, tidak perlu dibuat-buat.

Apa adanya Mas Agus, cara berkomunikasinya seperti itu, karena mas Agus hadir disini untuk membuktikan dirinya sendiri, bukan untuk menjadi orang lain yang dibuat-buat oleh seseorang. Jadi saya sendiri lebih banyak percaya bahwa mas Agus sudah memilik skill komunikasi yang baik.

Veronika Tan :

W : Baik, terakhir bu Vero. Kalau nanti Pak Ahok kembali terpilih sebagai gubernur apa rencana-rencana bu Vero ke depannya?

V : Kita memang masih banyak program yang harus dilakukan, seperti yang kita katakan, kita ini bukan membangun bangunan, tetapi kita membangun manusia. Bangun manusia itu gak bisa bilang kita itu hanya dalam waktu satu tahun dua tahun kita bisa membangun karena itu pola pikri kan, mind set. Kayak anak kita saja kita harus katakan berulang-ulang. Tetapi kenapa kita mau mengatakan dan mengajarinya berulang-ulang, karena kita sayang.

Nah rasa sayang ini kita pindahkan kepada warga Jakarta. Nah sehingga yang kita ajarkan, kita pengen mereka seperti program bapak membuat otak penuh, perut penuh, dan kantong juga. Nah dasarnya apa? Pada saat kita memberikan mereka kantong penuh dengan memberikan mereka keterampilan, pekerjaan, dan melatih mereka, karakter itu akan masuk.

Kita bisa melatih karakter building mereka, etos kerja, bagaimana kalau kita memberikan yang baik kalian juga harus membalas komitmen yang baik. Kita memberikan pengajaran yang cuma-cuma tapi tiu dibayar orang bukan gratis.

Jadi ini yang kita ajarkan kepada mereka. Nah dari keterampilan yang kita berikan nanti ibu-ibu bisa punya usaha sendiri, usaha stabil, punya uang. Dengan membina ini kita gak bisa, kita juga gak bicara satu masa begini kita bicaranya panjang.

Rusun begitu banyak, bapak pindahin orang. apa yang harus kita lakukan di dalam. Mereka tinggal disana, tinggal kita bina. Binanya apa? Bina mereka keahlian dan bina karakter building baru masuk. Ini tidak bisa dibilang satu hari, satu tahun. Itu harus lama.

Program lima tahun kedepan ya kita mau membuat ini menjadi satu sistem. Program yang dilakukan sustain, dari melatih sampai mereka bisa jadi jual barangnya, kita bantu marketnya, sampai mereka bisa mandiri. Nah itu program panjang. Bangsa dimulai dari ibu dan anak. Jika keluarga baik, bangsa juga akan baik.

Baca Juga : Taufik Kurniawan Menilai Ucapan Fahri Hamzah Tentang Babu Tak Bermaksud Melecehkan

W: Banyak yang kritik Ahok lebih banyak membangun benda mati. Ibu kalau menjawabnya gimana?

V: Justru itu, kalau kita bicara bangun manusia kita gak kasi tempat, gak bangun struktur, yah bagaimana kita bisa punya wadah untuk membina.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Anggaran Rp 28 Miliar Untuk Tim Gubernur Mendapat Sorotan DPRD DKI

Anggaran Rp 28 Miliar Untuk Tim Gubernur Mendapat Sorotan DPRD DKI

Jakarta – Jhonny Simanjuntak selaku Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta memiliki penilaian bahwa ...