Home > Gaya Hidup > Miris, Gadis 20 Tahun Ini Jual Keperawanannya Di Rumah Bordil

Miris, Gadis 20 Tahun Ini Jual Keperawanannya Di Rumah Bordil

Nevada – Seorang gadis berusia 20 tahun yang bernama Katherine Stone, terlihat mendatangi sebuah rumah bordil legal di Nevada. Katherine mengatakan kepada sang pemilik rumah bordil itu bahwa dia ingin bekerja untuknya. Akan tetapi, bukan bekerja untuk berhubungan seksual.

Miris, Gadis 20 Tahun Ini Jual Keperawanannya Di Rumah Bordil

Seperti yang diberitakan dari CNN, Selasa (25/10/2016), Katherine ketika itu berencana menjual sesuatu yang perempuan lain di rumah bordil itu tak bisa suguhkan, yakni keperawanannya. Hal tersebut lantas menjadi pro-kontra di mata sejumlah kelompok orang. Terutama mereka yang menganggap bahwa ‘kesucian’ itu hanya bisa diberikan atas nama cinta.

Katherine melakukan hal itu semua untuk keluarganya. Pada tahun 2014, Katherine dan keluarganya hampir menjadi tunawisma lantaran rumahnya yang berada di kawasan Seattle, Washington, ludes terbakar dilahap si jago merah. Tanpa memiliki asuransi bangunan, Katherine bersama dengan keluarganya terpaksa tetap menghuni rumah hangus mereka.

Suatu ketika, Katherine tak sengaja menemukan sebuah artikel menarik mengenai prostitusi legal dari halaman utama media sosial Facebook-nya. Usai membaca dan mempelajari tempat tersebut, perempuan yang kala itu terpaksa menghuni rumahnya yang bekas terbakar itu akhirnya memutuskan untuk menghubungi salah satu rumah bordil di wilayahnya tersebut.

“Aku mengetahui semua hal mengenai rumah bordil dan uang yang mereka hasilkan membuatku berpikir ‘Wow, ini kesempatan untuk memperbaiki semua yang harus diperbaiki’,” kata Katherine menjelaskan keputusannya untuk menjual keperawanannya.

Salah satu rumah bordil yang dihubunginya yakni rumah bordil yang dimiliki oleh Dennis Hof. Katherine pun menjual keperawanannya pada tahun 2015. Dennis mengatakan dirinya menerima permintaan yang sama setiap minggunya. Dennis pun menyutujui untuk menjual keperawanan Katherine setelah melalui persetujuan.

Kedua orang itu setuju untuk membagi keuntungan dengan perhitungan sebanyak 50 persen dipotong untuk Dennis. Setelah mencapai kesepakatan, Katherine mengemasi barangnya, bersiap untuk ‘bekerja’ demi menghasilkan uang untuk biaya renovasi rumahnya.

“Orang-orang mengatakan seks harusnya dilakukan dengan cinta. Terutama ide mengenai keperawanan. Tapi jika dipikirkan kembali, aku melakukan hal ini karena aku mencintai keluargaku,” kata Katherine menjelaskan keputusannya.

“Ketika aku membaca artikel mengenai diriku online, aku menangis. Ada seorang perempuan yang mengatakan aku tidak menghargai diriku sendiri, aku tidak setuju. Maksudku, aku sangat menghargai diriku sendiri,” kata Katherine.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Ternyata Keperawanan Tidak Selalu Ditandai dengan Keluarnya Darah

Ternyata Keperawanan Tidak Selalu Ditandai dengan Keluarnya Darah

Jakarta – Seorang pria umumnya mempunyai pengetahuan bahwa keperawanan wanita ditandai dengan keluarnya darah pada ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis